rediff ILAND
Welcome Guest, | Create your own iLand| Sign In  | New User? Get Started
BLOGS
iLand
Blogs
Friends/Contributors
Guestbook  
 
Bosco Hariyono
Categories
Religion
Philosophy
Love
Humor
Business
sukses
What is an RSS feed?
RSS Feed 
boscohariyono.rediffiland.com/  
Monday 8 September, 2008
 08:32 | 21/Mar/2007 |  1 Comment(s)
  Add Bosco Hariyono as Friend     Write to Bosco Hariyono     Forward this link
KEPERCAYAAN DIRI DAN KESUKSESAN ANDA

KEPERCAYAAN DIRI DAN KESUKSESAN ANDA

Jika Anda sempat membaca brosur penawaran dari workshop di atas, Anda
bisa membaca kalimat pertamanya berbunyi demikian:

"Apa jadinya jika Anda memiliki target dan Anda tahu bahwa Anda tidak
mungkin gagal mencapainya? "

Jawaban dari pertanyaan itu jelas: "Senang sekalee...!"

Satu hal yang bisa diterjemahkan dari rasa senang itu, adalah bahwa
dengan sebuah jaminan "tidak mungkin gagal", Anda tidak perlu lagi
mengkhawatirkan apapun tentang diri Anda dan tentang apa yang Anda
lakukan. Anda menikmatinya, Anda enjoy menempuh perjalanan. Itulah
rasa senang Anda.

Anda bisa senang -- alias bahagia, HANYA JIKA Anda bisa memastikan
bahwa arah perjalanan Anda memang sudah sesuai dengan apa yang Anda
inginkan. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai hal
itu. Anda bisa bahagia, HANYA JIKA Anda sangat mempercayai diri Anda
sendiri.

Seorang nenek tua yang sebatang kara, dan hidup hanya dari membuat
sapu lidi, bisa lebih berbahagia dari pada kita. Itu bisa terjadi
HANYA JIKA ia sangat mempercayai apa-apa yang ada di dalam dirinya.

Percaya?
Diri sendiri?

Ya! Itulah yang sesungguhnya. Kesenangan dan kebahagiaan karena
jaminan tercapainya sukses dan keinginan Anda, adalah tentang rasa
percaya diri. Kepercayaan dirilah yang membuat Anda tidak mungkin
gagal mencapai apapun yang Anda inginkan. Untuk menghindari kegagalan
mencapai keinginan, Anda perlu menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda.
Mulai dari keinginan awal sampai keinginan puncak Anda.

Jika Anda menginginkan diri Anda menjadi seorang pemimpin yang
berhasil, maka Anda perlu mengetahui bahwa Anda memerlukan rasa
percaya diri, agar Anda bisa bertindak dan bergerak dengan efisien
dan efektif menuju keinginan puncak Anda. Begitu pula, jika Anda
menginginkan diri Anda menjadi seorang marketer yang berhasil. Anda
juga perlu percaya diri bahwa Anda saat ini memang sedang bergerak ke
arah keinginan puncak itu. Inilah yang berlaku untuk APAPUN keinginan
puncak Anda.

Untuk apa pun yang Anda inginkan, Anda memerlukan rasa percaya diri.
Hanya dengan percaya diri, Anda bisa menikmati perjalanan Anda menuju
keinginan puncak Anda, dengan rasa senang dan bahagia.

Persoalannya begini. Rasa percaya diri pada dasarnya adalah sebuah
keahlian yang bisa dipelajari. Ia bukan bawaan lahir, melainkan hasil
dari proses belajar terus-menerus. Uniknya, Anda biasanya memperoleh
rasa percaya diri dengan proses yang tidak disadari. Itu sebabnya,
banyak orang yang mempertanyakan diri sendiri:

"Saya sebenarnya ingin menjadi ..., tapi kok kayaknya mustahil ya?"

Pertanyaan itu mencerminkan rasa percaya diri yang belum optimal,
akibat kebiasaan menunggu datangnya rasa percaya diri. Orang ini
lupa, bahwa percaya diri memang tidak bisa ditunggu. Percaya diri
harus dibangun dengan berbagai kesadaran. Blunder seperti ini mirip
dengan gambaran berikut.

Pernahkah Anda memperhatikan, bahwa seseorang yang berhasil -- karena
sukses bisnis, karena jabatan puncak, karena kekayaan melimpah,
karena ketenaran sejagat, karena kehebatan selangit, karena keahlian
yang luar biasa dan sebagainya, cenderung lebih percaya diri?

Padahal, saat orang itu masih baru datang dari kampung sebagai orang
udik yang baru memulai segalanya, jelas sekali ia bukan orang yang
penuh percaya diri. Keberhasilannya mencapai berbagai keinginan telah
membuatnya menjadi orang yang sangat percaya diri. Bagaimanakah ia
bisa mentransformasi dirinya dari kurang percaya diri menjadi sangat
percaya diri?

RAHASIA PERCAYA DIRI

Salah satu rahasia dari percaya diri adalah achievement atau
pencapaian. Dalam gambaran di atas, jelas sekali bisa dilihat bahwa
pencapaian akan meroketkan rasa percaya diri seseorang.

Namun demikian, Anda mungkin akan berkata, "Bukankah untuk mencapai
sukses itu juga perlu percaya diri?" Percaya bahwa diri Anda memang
bisa sukses dan bahagia? Ya! Memang demikian seharusnya.

Maka, muncullah paradoks yang membingungkan itu.

Anda punya keinginan. Dengan mencapainya, Anda akan lebih percaya
diri. Dengan menjadi sukses, Anda akan merasa aman karena jaminan
berbagai hal (uang, jabatan, akses, ruang gerak, keamanan, kemapanan,
dan sebagainya), yang akan membuat hidup Anda menjadi lebih mudah dan
bahagia.

Lucunya, untuk mencapai semua itu diperlukan juga rasa percaya diri,
agar Anda bisa menikmati perjalanan menuju keinginan puncak, dengan
dengan rasa senang dan bahagia. Sebab, Anda tentu tidak ingin menunda
kebahagiaan Anda. Yang ada, adalah bahagia sekarang, makin bahagia
kemudian, dan lebih bahagia lagi dan lebih bahagia lagi.

Di sinilah perlunya, Anda menelusuri ulang SEMUA keinginan Anda.
Keinginan puncak Anda harus diurutkan lagi menjadi rantai dari
berbagai keinginan. Dengan satu per satu mencapai mata rantai
keinginan itu, maka Anda telah membangun berbagai achievement, yang
pada akhirnya akan bermuara pada achievement puncak Anda. Dengan
demikian, Anda akan percaya diri dalam menjalani proses, dan
sekaligus percaya diri dalam menikmati tercapainya keinginan.
Artinya, Anda akan berbahagia menikmati proses, dan Anda akan
berbahagia menikmati hasil.

Sekarang, di manakah letaknya titik awal dari 'rantai keinginan Anda'
itu?

Percayalah, mata rantai keinginan yang pertama adalah KEINGINAN UNTUK
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI!

Kesuksesan akan mendekatkan kebahagiaan. Kesuksesan menciptakan
kenyamanan. Kesuksesan akan membuat Anda lebih percaya diri
menghadapi dunia dan seisinya. Untuk mencapainya, Anda juga
memerlukan rasa percaya diri. Maka, KEINGINAN UNTUK LEBIH PERCAYA
DIRILAH yang pertama kali harus Anda puaskan! Itulah achievement
pertama Anda.

Inginkah Anda lebih percaya diri, dengan melihat percaya diri sebagai
sebuah konsep dan keahlian, karena ia memang tidak bisa ditunggu
begitu saja? Jika Anda memang menginginkannya, marilah kita lihat
bagaimana keinginan Anda.

KEINGINAN HARUS DICIPTAKAN SECARA SADAR

Anda dilahirkan untuk dua hal. Menjadi penakluk, atau pihak yang
ditaklukkan. Yang manakah yang Anda inginkan?

Jika Anda tidak ingin menjadi penakluk, maka Andalah yang akan
ditaklukkan. Anda akan ditaklukkan oleh emosi Anda, oleh ketakutan
Anda, oleh rasa ketidaknyamanan Anda, oleh rasa was-was Anda dan oleh
berbagai perilaku buruk Anda.

Keinginan, persis seperti otot Anda. Use it or lose it! Semakin
sering Anda MELATIH KEINGINAN dengan mengikutinya menjadi tindakan
nyata, maka keinginan Anda akan semakin kuat. Demikian seterusnya.
Dan jika Anda berhasil memupuknya, maka Anda telah membuka jalan
untuk menelusuri rantai keinginan Anda sampai ke puncaknya. Itulah
kekuatan keinginan.

Maka, salahlah orang yang mengira bahwa keinginan adalah benda statis
yang pasif dan melintas begitu saja. Sebaliknya, keinginan adalah
benda hidup yang bisa DICIPTAKAN, DITUMBUHKAN dan DIBESARKAN
semaksimal mungkin. Batasnya hanyalah akal dan keterbatasan manusia.
Keinginan yang besar ada pada diri setiap orang. Hanya saja, ada yang
memilih untuk menghentikannya, atau menganggap itu bukan
keinginannya, atau merasa tidak mungkin bisa mencapainya, dan ada
pula yang percaya pada keinginannya dan sangat ingin mencapai apa
yang diinginkannya.

Keinginan seorang anak TK untuk menjadi dokter, belum merupakan
keinginan puncak. Itu keinginan anak-anak. Saat anak itu bertambah
usia, keinginan itu akan dibreakdown menjadi keinginan untuk terus
sekolah sampai SMU, dan kemudian keinginan untuk kuliah di fakultas
kedokteran.

Saat kuliah, keinginan itu sangat mungkin bisa 'gembos' di tengah
jalan. Misalnya, karena orangtuanya bangkrut, tidak bisa membiaya
lagi, dan dirinya sendiri belum bekerja. Haruskah keinginannya itu
dipupuskan? Tidak! Keinginan itu sebenarnya tetap bisa dipertahankan,
sehingga keinginan itu tetap bisa dicapai. Jika ia bisa
mempertahankan keinginan itu, maka keinginan itu telah menjadi
keinginan puncaknya. Setidaknya, sampai ia selesai kuliah. Menjadi
dokter, dan mulai MENCIPTAKAN keinginan puncak yang baru, yang lebih
tinggi dan lebih besar lagi.

Lantas, bagaimanakah Anda harus melatih keinginan Anda, dari sekedar
'kepengen' alias 'mupeng', menjadi keinginan yang terus tumbuh dan
berkembang menjadi keinginan puncak Anda? Bagaimanakah Anda bisa
memelihara dan mengobarkan semangat, kemauan dan keinginan Anda?

MELATIH KEINGINAN

Setiap hari Anda dihadapkan pada berbagai pilihan. Waspadalah. Bukan
tidak mungkin, Anda telah merasa memilih sesuai keinginan, padahal
itu hanyalah selera atau bahkan nafsu yang lebih rendah. Anda harus
membedakan keinginan yang positif dan mendukung tercapainya keinginan
puncak Anda, dari 'sesuatu' yang hanya merupakan 'keinginan palsu'
dan sebenarnya cuma nafsu.

Jika Anda biasa memilih bakso daripada siomay untuk jajan, mengapakah
Anda tidak mencoba melatih keinginan dengan lebih sering memilih
siomay? Jika Anda biasa menutupnya dengan teh botol, mengapakah tidak
mencoba untuk secara sadar memilih es campur? Keluarlah dari
kebiasaan yang itu-itu saja. Dobraklah zona kenyamanan Anda.
Percayalah, nanti Anda justru akan memperluasnya.

Inilah latihan untuk keinginan Anda. Inilah yang akan MEMPERKUAT
keinginan Anda. Inilah yang akan mengantarkan Anda ke puncak
keinginan Anda. Inilah yang akan membuat Anda mencapai cita-cita.

Memilih adalah tindakan nyata dari keinginan Anda. Bukan hanya selera
atau nafsu, akan tetapi benar-benar KEINGINAN yang Anda CIPTAKAN.
Maka, suka atau tidak suka adalah barang yang kurang relevan.

Yang penting adalah, MUNCULKAN keinginan yang tetap berada di rantai
keinginan Anda, yang mengarah pada keinginan puncak, lalu lakukan!
JUST DO IT!

Ingatlah bahwa ini tidak mudah. Gandhi mengatakan "effort brings
discomfort", dan Helmy Yahya mengatakan, "Sukailah apa yang Anda
kerjakan, bukan kerjakan apa yang Anda sukai."

Dengan melatih dan membiasakan diri, Anda akan selalu senang dengan
pilihan Anda. Meski itu tidak sesuai dengan selera dan nafsu Anda.
Dan Anda, tidak akan bisa menjalaninya tanpa memahami dan menelusuri
rantai keinginan Anda sendiri.

Anda pasti tahu apa yang terbaik untuk Anda. Anda tahu apa yang perlu
Anda lakukan. Yang jelas, itu semua bukan tentang apa yang Anda tahu,
melainkan tentang apa yang Anda lakukan.

MEMPERKUAT KEINGINAN

Chuck Gallozzi memberi 6 tips tentang bagaimana memperkuat keinginan
Anda.

1. FOKUS ULANG

Ketahuilah, bahwa di dalam diri setiap orang ada motivasi yang amat
besar. Apa yang diperlukan adalah melepaskan motivasi itu dari
belenggunya. Untuk bisa membebaskan motivasi itu, Anda perlu
mempertahankan fokus. Fokus pada apa? Fokus pada kesenangan,
kebahagiaan, atau kenyamanan yang akan Anda dapatkan, jika Anda
berhasil mencapai keinginan. Dan bukan sebaliknya, fokus pada upaya
dan kerja keras untuk mencapainya. Anda memang tak perlu fokus ke
sini, sebab upaya dan kerja keras itu sudah pasti.

2. UBAH PERILAKU

Perilaku yang tepat akan menjadikan Anda lebih efektif dalam
menentukan sasaran, dalam memahami dan mengidentifikasi rantai
keinginan Anda. Dasar terpenting dari semua perilaku yang tepat,
adalah menerima jargon "no pain no gain" sebagai sebuah kenyataan.

3. LATIHAN

Ya. Seperti yang di atas. Latihan akan menciptakan kebiasaan.
Kebiasaan akan menciptakan perilaku. Perilaku akan membuka jalan pada
tindakan. Dan tindakan, adalah wahana untuk mencapai keinginan.

4. KONVERSI FRUSTRASI MENJADI ENERGI

Muhammad Ali mengatakan, "Hanya orang yang tahu persis rasanya
kalahlah, yang akan bisa mencapai dasar jiwanya, dan kembali ke atas
dengan kekuatan untuk menang."

Kuncinya, adalah berbagai hal yang positif; positif thinking, positif
feeling, positif knowing. Dan segala yang positif, dimulai dengan
kekayaan dalam wawasan dan cara pandang.

Ingatlah cara Anda memandang gelas yang hanya berisi air setengahnya,
apakah itu berarti:

- Setengah kosong;
- Setengah penuh; atau
- Setengah dari kapasitas, daya tampung atau kemampuannya?

5. ISTIQOMAH ALIAS PERSISTENCE

Anda harus membangun stamina dengan benar; bersyukur jika lancar,
bersabar jika tidak lancar.

6. MAU BEKERJA KERAS

Ingatkah Anda akan hukum Inersia? Apa yang diam akan cenderung tetap
diam, dan apa yang bergerak akan cenderung tetap bergerak. Mulailah
bergerak, maka Anda akan makin bergerak. Gerak Anda akan makin kuat.
Keinginan Anda akan makin kuat. Maka Anda akan makin mendekati puncak
keinginan Anda.

KESIMPULAN

Kembali ke rantai keinginan Anda. Apapun puncak dari keinginan Anda,
itulah yang menjadi ujung dari rantai keinginan Anda. Di situlah
sukses dan bahagia yang Anda cita-citakan. Dalam perjalanan untuk
mencapainya, Anda juga perlu merasa sukses dan bahagia. Dan keduanya,
berdiri di atas fondasi percaya diri. Maka, CIPTAKANLAH mata rantai
pertama dari rantai keinginan Anda, yaitu KEINGINAN UNTUK LEBIH
PERCAYA DIRI. Dengan keinginan ini, Anda terjamin tetap berjalan di
rantai keinginan menuju puncak. Inginkah Anda?

Anda tahu harus bagaimana.

Category: sukses | Permalink