|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
RAIH KESUKSESAN SEJATI DALAM HIDUP
Piramida 7 Kebutuhan Jiwa Yang Bahagia Raih kesuksesan sejati dalam hidup
Oleh: Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM.
Daftar Isi
Komentar Kata Pengantar Daftar Isi
Bagian 1. Pendahuluan 1. Kebutuhan Menurut Abraham Maslow 2. Kebutuhan Jiwa yang Bahagia 3. Masalah bila Jiwa tidak bahagia a. Sakit Jiwa b. Bunuh Diri c. Narkoba d. Hidup kepepet 4. Benefit meniti jalan kebutuhan Jiwa a. Hidup ini bukan untuk kita b. Jalan Mencari Rejeki c. The Power of Least Effort d. Rasa bahagia karena mengenal Jiwa
Bagian 2. Piramida Kebutuhan Jiwa yang Bahagia 1. Kebutuhan untuk Didengar 2. Kebutuhan untuk Terbebas dari Ambisi 3. Kebutuhan untuk Menyembuhkan 4. Kebutuhan untuk Mengerti Kebenaran 5. Kebutuhan untuk Mengikuti Kata Hati 6. Kebutuhan untuk Mencari Jati Diri 7. Kebutuhan untuk Mencapai Kemuliaan
Bagian 3. Epilog
Bagian 1. Pendahuluan
Orang bilang ilham, aku bilang jiwa Orang bilang inspirasi aku bilang imajinasi Orang bilang belajar dari pengalaman aku bilang temukan kebenaran sejati Semua telah dicoba namun seolah-olah sia-sia Semua telah berusaha namun seolah-olah sungguh sulit melawan dunia Semua tidak mau mengerti kita Bahwa prinsipnya, dunia sungguh sulit untuk dikalahkan Hidup bukan antara aku dan dunia Namun antara kita sebagai anggota dari kehidupan Sehingga kita bisa menjadi bagian dari hidup Dan mengerti kemana hidup ini akan mengarah? Namun aku tak tahu... Bagaimana lagi yang harus aku lakukan... Hingga aku lelah Hingga aku menyerah Hingga aku sadar Bahwa semua itu bukan tentang aku Namun tentang dunia Namun tentang orang-orang lain Kemana harus aku cari jati diri? Jiwaku yang murni Yang mengerti kemana aku harus memilih? Apa yang harus aku perbuat? Kemana hati nurani aku cari? Semua itu bukan tentang aku Semua itu bukan tentang pengetahuan agamaku Namun tentang sejauh mana hubungan jiwaku dengan Sang Pencipta Namun tentang sejauh mana hidupku berarti bagi dunia Namun tentang sejauh mana aku mengerti arti hidup yang sesungguhnya Bahwa hidup tak perlu berusaha Bahwa hidup tak perlu memaksa Bahwa hidup tak perlu mengandalkan kekuatan dan kekuasaan Namun hidup sesungguhnya menjadi suatu semangat menggebu-gebu untuk berbuat bagi orang lain Goenardjoadi Goenawan
1. Kebutuhan Menurut A. Maslow
Piramida kebutuhan hidup manusia menggambarkan tahap-tahap yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Salah satu yang paling terkenal dan sering dipakai oleh masyarakat adalah Piramida Kebutuhan Abraham Maslow. Kalau kita lihat, Kebutuhan kita menurut Maslow dimulai dari kebutuhan paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis, makan dan minum. Selanjutnya kebutuhan akan rasa aman, Rasa Cinta dan dimiliki. Selanjutnya menuju pada Kebutuhan akan Pengakuan. Akhirnya kebutuhan terakhir adalah mencapai Aktualisasi Diri atau Mencari Jati Diri.
Abraham Maslow (1908 - 1970)
Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tahun 1908 dan wafat pada tahun 1970 dalam usia 62 tahun. Maslow dibesarkan dalam keluarga Yahudi dan merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Masa muda Maslow berjalan dengan tidak menyenangkan karena hubungannya yang buruk dengan kedua orangtuanya. Semasa kanak-kanak dan remaja Maslow merasa bahwa dirinya amat menderita dengan perlakuan orangtuanya, terutama ibunya. Keluarga Maslow amat berharap bahwa ia dapat meraih sukses melalui dunia pendidikan. Untuk menyenangkan kemauan ayahnya, Maslow sempat belajar di bidang Hukum tetapi kemudian tidak dilanjutkannya. Ia akhirnya mengambil bidang studi psikologi di University of Wisconsin, dimana ia memperoleh gelar Bachelor tahun 1930, Master tahun 1931, dan Ph.D pada tahun 1934. Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut:
5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri 4. Kebutuhan untuk dihargai 3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi 2. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram 1. Kebutuhan fisiologis / dasar Hirarki Kebutuhan Maslow
Namun ada sebuah loncatan pada Piramida kebutuhan yang paling tinggi. Kebutuhan Mencapai Aktualisasi Diri. Kebutuhan itu sama sekali berbeda dengan keempat kebutuhan lainnya, yang secara logika mudah dimengerti, namun mengapa setelah seseorang mencari pengakuan, mencari penghormatan, kok lalu mencari jati diri? Mengapa? Dan Bagaimana prosesnya? Seakan-akan ada missing link diantara Piramida ke-4 dengan Puncak Piramida ke-5. Seolah-olah terjadi lompatan logika. Pada saat Bill Gates mengundurkan diri dari Microsoft Corp. semua orang bingung. mengapa orang yang paling kaya sedunia, yang paling berkuasa dengan uangnya, yang paling berpengaruh, paling dihormati seluruh dunia karena prestasinya karena kekuatannya, tiba-tiba mengundurkan diri pada usia muda, dan lalu mau mengurusi yayasan sosial mengurusi korban HIV / AIDS. Ini yang menjadi suatu lompatan logika. Seolah-olah seluruh dunia terkejut. Mengapa? Untuk apa? Mengapa kok tiba-tiba seseorang bisa melepaskan diri dari dunia nyata, dunia dimana uang dan kekuasaan berbicara? Apa isi dunia kehidupan setelah uang dan materi? Bagaimana prosesnya Bill Gates tiba-tiba mencapai Aktualisasi Diri dengan tidak lagi peduli dengan Uangnya, dengan Kekuasaannya? Berarti ada Kebutuhan lain selain kebutuhan hidup kita untuk memiliki makanan, rasa aman, Cinta dan Pengakuan. Ada Piramida Kebutuhan lain selain kebutuhan Duniawi, yaitu Kebutuhan Jiwa. 1. Kebutuhan hidup manusia menurut Abraham Maslow ini tidak bisa menjelaskan mengapa kenyataannya bahwa orang yang miskin banyak yang bahagia, mereka tidak terpengaruh dengan perbedaan jenis makanan, minuman atau rumah yang ditempati, seakan-akan ukuran kebutuhan dasar hidup bukanlah itu. 2. Selain itu, juga banyak orang yang sangat membutuhkan rasa Cinta, semuanya sangat menyukai untuk membahas masalah Cinta, mengekspresikan Cinta, namun semakin dirasakan, Cinta semakin membuat rasa sakit. Aneh, manusia butuh rasa Cinta tapi semakin mendalam rasa Cinta yang dimiliki semakin menyakitkan akibatnya, seolah-olah bukan itu yang sejati. Bukan itu yang sesungguhnya dibutuhkan. Bukan Cinta yang begitu. Lalu Cinta yang bagaimana? 3. Seharusnya, hakekat hidup Manusia adalah untuk memenuhi Kebutuhannya, dengan demikian seharusnya orang yang telah memenuhi Kebutuhannya dianggap lebih tinggi, atau dihormati. Kenyataannya orang Kaya, orang yang mengagung-agungkan Cinta malah dibenci. Kalau kebencian terhadap Orang Kaya sudah jelas. Namun selain itu, juga orang-orang yang mengagungkan Cinta seperti Julius Caesar malah dibunuh. Malah tidak dihormati. Lalu kalau demikian, buat apa manusia memenuhi Kebutuhannya kalau dengan demikian semakin dibenci? Untuk apa? Seolah ada paradoks dalam hal ini. 4. Kitab suci mengatakan bahwa “Manusia tidak hanya makan dari roti”. Nah, kalau manusia tidak hanya membutuhkan roti untuk makanan dalam hidup, lalu apa kebutuhan manusia yang sesungguhnya? People conform to the Laws of the Earth. The Earth conforms to the Law of Heaven. Heaven conforms to the Way (Tao) The Tao conforms to its own nature. -Lao Tzu
2. Kebutuhan Jiwa
Apakah Kebutuhan Jiwa itu? Mengapa kita perlu mengerti Kebutuhan Jiwa kita? Untuk apa? Dan apa peranannya dalam mengembangkan diri kita seutuhnya sehingga kita bisa tahu kemana jalan hidup menuju, sehingga kita tidak tersesat. Semua orang tahu bahwa Kebutuhan dasar dalam hidup adalah Makanan dan Minuman. Maka semua orang berbicara mengenai Kebutuhan Fisik Minimum, Upah Minimum, atau Tunjangan Sosial. Semua tahu apa akibatnya yang terjadi bila Rakyat lapar. Namun itu adalah menyangkut Kebutuhan Diri manusia sebagai Ego. Sesungguhnya selain EGO, manusia juga memiliki Jiwa. Jadi Tubuh Manusia itu diisi oleh dua hal yang berbeda, yaitu Ego and Jiwa. Ego adalah mementingkan diri sendiri. Dorongan terbesar setiap makhluk hidup adalah dorongan mencari makan. Semua makhluk hidup begitu. Namun Manusia selain dikaruniai EGO / Nafsu, juga dikaruniai Akhlak / Jiwa. Dengan demikian Manusia memiliki perbedaan dengan Binatang, misalnya. Sosok Jiwa bagi manusia inilah sebagai pemilik Tubuh kita yang sesungguhnya. Seperti misalnya ada sebuah Rumah yang ada Pemiliknya namun ada yang mau Mengontrak. Siapakah yang paling mengerti kebutuhan Rumah tersebut? Pengontrak atau Pemilik sesungguhnya? Tentulah sebagai Pemilik asli dari Tubuh kita, maka Jiwa kita lah yang sesungguhnya sebagai Pemilik Tubuh kita yang paling mengerti kebutuhan hidup kita. Bukan kebutuhan Makanan atau minuman dalam hal ini, namun kebutuhan akan Jiwa yang Bahagia. Bahagia? Benarkah Kebutuhan hidup yang sesungguhnya adalah Jiwa yang Bahagia? Kemana kita mencari Kebahagiaan? Bagaimana caranya kita Mencapai Kebahagiaan Jiwa dengan cara Memenuhi Kebutuhan Jiwa? Nourishing The Soul? • Apa akibatnya bila kita tidak memenuhi Kebutuhan Jiwa yang Bahagia? • Apa manfaatnya bila kita memenuhi Kebutuhan Jiwa yang Bahagia? • Apa langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memenuhi Kebutuhan Jiwa yang Bahagia? Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana caranya Mengenal Jiwa kita? Bagaimana caranya meningkatkan spiritualitas kita? Banyak yang berpikir bahwa meningkatkan Spiritualitas adalah dengan cara-cara lewat pengetahuan agama semata. Sebenarnya hidup kita ini memiliki dua hal yang bertentangan. Seolah-olah ada dua kehidupan, yaitu: 1. Kehidupan duniawi, yaitu lewat Ego kita 2. Kehidupan surgawi lewat Jiwa kita Dengan demikian seperti pengalaman petualangan menonton bioskop, ada yang satu berkomentar • “Mengapa kok filmnya kabur?” Dia tidak mengerti jalan cerita film tersebut. • Sedangkan yang lainnya mengatakan “wow, filmnya luar biasa, sungguh menegangkan, sungguh indah”. Ternyata orang yang pertama lupa memakai kacamata 3 dimensi. Demikian pula seorang yang tidak mengenal Jiwanya, maka hidup seolah-olah menjadi kabur, menebak-nebak dan kadang tepat, kadang meleset. Dia hanya mengharapkan kemungkinan untuk melalui jalan yang benar karena pandangannya kabur. Dia bingung tidak mengerti bagaimana jalan cerita hidup sesungguhnya. Pada saat kita mendalami pengetahuan agama, kita diberi penjelasan dengan bahasa dan logika yang berbeda dengan kenyataan duniawi. Yang satu duniawi, yang lain surgawi, bagaimana kita dapat mengerti?
3. Masalah yang timbul bila Jiwa tidak bahagia
1. Sakit Jiwa. • Mengapa seseorang menjadi Sakit Jiwa? • Apanya yang kurang sehingga dia menjadi Sakit Jiwa? • Apakah karena tekanan hidup? • Apakah karena kemiskinan? • Apakah karena putus cinta? Ada fenomena seseorang yang dulu sangat terkenal, namanya Jusuf Randy, saat ini telah berumur 64 tahun dan telah 20 tahun dikucilkan atau diusir dari Negara Indoensia. Dalam komunikasi email Jusuf Randy menggunakan nama Mang Ucup (istilah Sunda untuk Jusuf). Satu hal yang dia rasakan sangat butuh adalah perasaan untuk Didengar. Oleh karena itu dia sangat bahagia ketika bisa saling berkomunikasi dengan bangsanya sendiri, walaupun selama 20 tahun ini dikucilkan dan terpaksa hidup di Holland dan menjadi warga Negara Jerman. Berikut ini adalah email pribadi dari Bapak Jusuf Randy di Holland.
Japri sejenak MANG UCUP Salam sejahtera untuk sdr. Gunawan yang baik Pertama dengan ini saya hendak mengucapkan banyak terima kasih atas kiriman email maupun sapaannya yang begitu hangat dan begitu penuh dengan rasa kasih dan persahabatan. Email sdr. Gunawan telah menjadi berkat bagi mang Ucup yang telah saya simpan di tempat yang paling istimewa. Semoga hubungan kita tidak berakhir hanya sampai disini saja, melainkan masih memanjang sampai seratus tahun yang mendatang. Saya akan merasa sangat sedih sekali, apabila kehilangan sdr. Gunawan sebagai seorang sahabat, sebab mencari sahabat yang baik dan begitu penuh dengan perhatian seperti sdr. Gunawan itu sukar sekali, lebih mudah mendapatkan 100 ribu musuh daripada seorang sahabat yang baik. Apabila ada sesuatu yang bisa saya bantu sekarang ini ataupun di kemudian hari janganlah ragu-ragu untuk mengutarakannya, disamping itu apabila ada kesempatan untuk berkujung liburan ataupun tugas ke Eropa janganlah lupa untuk mampir berkujung ke gubuk kami. Kedatangan sdr. Gunawan kami tunggu. Salam akrab dengan penuh kasih dan doa untuk sdr Gunawan sekeluarga dari sobat tua di Holland Mang Ucup Membaca tulisan dari Bapak Jusuf Randy menunjukkan bahwa hubungan Jiwa sungguhlah terasa sangat penting. Kerinduannya akan seorang sahabat sehati sangatlah mendalam, sehingga hanya satu surat saja bisa memberikan pengaruh atau response yang begitu mendalam. Inilah menunjukkan betapa hebatnya betapa besarnya kebutuhan untuk Didengar. Hatinya akan sedih bila kehilangan setitik kehangatan yang „menjadi berkat bagi mang Ucup yang telah disimpan di tempat yang paling istimewa. Semoga hubungan kita tidak berakhir hanya sampai disini saja, melainkan masih memanjang sampai seratus tahun yang mendatang.“ „Mang Ucup akan merasa sangat sedih sekali, apabila kehilangan sdr. Gunawan sebagai seorang sahabat, sebab mencari sahabat yang baik dan begitu penuh dengan perhatian seperti sdr. Gunawan itu sukar sekali, lebih mudah mendapatkan 100 ribu musuh daripada seorang sahabat yang baik.“ Lalu apa perasaannya Eddy Tansil, Gunawan Santosa, Marimutu Sinivasan, dan lain-lain bila harus dikucilkan? Mungkin mereka terpaksa operasi Face off mengganti wajahnya supaya untuk dapat memenuhi Kebutuhannya untuk Didengar, untuk berhubungan dengan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi berkat, kita tidak perlu melakukan suatu hal luar biasa, atau hal yang besar, namun hal-hal sederhana mampu menjadi berkat bagi orang lain. Pepatah mengatakan, “tidak masalah besar atau kecil, bantuan sungguh terasa besar artinya pada saat dibutuhkan.” 2. Bunuh diri Bunuh Diri, Luar Biasa, dan Masih Misteri Sartono Mukadis Apakah pelaku bunuh diri bisa dikatakan mempunyai penyakit kejiwaan? Apakah hal itu dilakukan dengan spontan? Mengapa orang sampai bisa menyiapkan segala sesuatunya sebelum bunuh diri? Dalam teori psikologi perilaku, bunuh diri sebenarnya adalah kepanikan atau letupan sesaat, sebuah dorongan yang tiba-tiba. Antara terpicu dan bertindak hanya berlangsung sekejap, dalam hitungan detik, menit, atau jam, namun tidak dalam hitungan hari. Orang berada dalam emosi yang sangat memuncak sebelum akhirnya dia mengakhiri hidupnya. Jarang sekali orang sampai berpikir dua sampai tiga kali sebelum bunuh diri, kecuali ada obsesi kompulsif yang terus berulang. Ia terobsesi untuk mengakhiri hidupnya. Belum ada satu pun literatur yang menyebutkan teori mengenai bunuh diri yang dipersiapkan, namun ternyata hal itu ada. Saya juga tidak tahu mengapa ada orang yang berpikir dulu, mengambil racun, membeli tambang ke pasar, menyimpul tambang itu, mencari plafon yang kuat. Mengapa ada orang memilih melompat dari bangunan tinggi, sementara orang lain memilih membakar diri? Bisakah Anda menjelaskannya? Itu tergantung pengalaman, pendidikan, dan kedekatan atau kesempatan. Kalau dia tinggal di gedung tinggi dan tidak ada alat untuk bunuh diri di saat dia sedang dalam kondisi emosi yang memuncak, yang paling mudah adalah meloncat. Namun, pada orang lain, mungkin dipengaruhi oleh buku yang kerap dibacanya atau tayangan yang kerap ditontonnya. Apakah setiap orang memiliki kecenderungan untuk bunuh diri? Bunuh diri bukan hanya bisa dilakukan orang yang sakit patologis saja, tetapi juga bisa dilakukan oleh orang normal. Setiap orang normal juga punya kecenderungan untuk bunuh diri. Tergantung seberapa besar tingkat kelenturan kepribadian yang dimiliki seseorang. Orang yang kepribadiannya kaku lebih mudah melakukan bunuh diri jika ada perubahan-perubahan tidak menyenangkan yang terjadi pada dirinya. Sedangkan orang dengan kepribadian fleksibel lebih bisa mengendalikan kekecewaannya. Misalnya, saya punya uang Rp 1.000 saja masih bisa ketawa- ketawa, sedangkan orang lain kehilangan Rp 1 miliar saja sudah merasa bangkrut dan bisa bunuh diri. Ambang kelenturan seseorang itu macam-macam. Semakin kaku semakin mudah patah. UNTUK mengatasi tekanan sosial dan ekonomi di Jakarta ini, apa yang harus kita lakukan? Adaptasi. Artinya, jangan terlalu kaku dalam menghadapi hidup ini. Hidup tak bisa dipandang secara hitam putih. Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita harus bisa disikapi secara fleksibel. Dengan cara seperti itu kita akan survive dari tekanan-tekanan hidup. Bagaimana caranya menanamkan kelenturan pada seseorang. Kelenturan itu bisa diajarkan sejak masa kanak-kanak. Ketika anak sudah memasuki taman kanak-kanak harus diajarkan untuk bisa mengatasi masalahnya sendiri. Jangan mau "diperas" anak yang meminta agar semua keinginannya selalu dipenuhi. Dengan cara seperti itu, anak akan terbiasa berpikir kreatif alternatif. Anak dibimbing untuk mencari jalan keluar lain untuk mengatasi masalahnya. Kelak jika dewasa, ia akan memiliki ambang kelenturan yang tinggi. Untuk melatih kelenturan, anak bisa diajarkan untuk berani menertawakan diri sendiri. Cara itu dilakukan agar anak terlatih menghadapi kegagalan. Yang kedua, jangan pernah membanding-bandingk an anak dengan anak lain karena hanya akan memunculkan tekanan psikologis. Yang benar, bandingkan anak itu dengan dirinya sendiri. Misalnya, "Nak, mengapa nilainya sekarang lima? Cawu lalu nilaimu bisa tujuh, kan". Jangan sampai bilang, mengapa nilai anak itu lebih jelek dengan tetangga sebelah, misalnya. Banyaknya kasus bunuh diri mengindikasikan apa? Bunuh diri menandakan masyarakat kita sedang sakit. Kasus bunuh diri ini banyak terjadi di kota-kota besar. Mengapa di kota besar seperti Jakarta? Jakarta ini lebih berbentuk kerumunan (crowd) sehingga banyak orang yang kehilangan komunikasi satu sama lain. Bandingkan dengan orang yang hidup di kampung atau pedesaan. Dengan budaya seperti petan (mencari kutu rambut) yang mereka miliki, masing-masing orang bisa mengungkapkan persoalan yang dihadapinya dengan orang lain. Orang bisa mendengarkan dan didengarkan. Di Jakarta, jutaan orang seolah tercerabut dari akarnya. Keakraban antarwarganya kurang terjalin dengan baik. Sempitnya ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk bersosialisasi ikut memengaruhi itu. Sedangkan bentuk komunitas sekarang ini lebih bersifat formal dan kurang bisa mengakomodasi kebutuhan psikologis anggotanya. Alangkah baiknya jika radio-radio swasta lebih sering mengudarakan acara curhat, lebih bicara dari hati ke hati. Budaya ngrumpi itu sebenarnya baik, namun ngrumpi di Jakarta sudah mengalami metamorfosis, dan lebih kepada obrolan kosong. Tidak ada sharing dan caring.
Penjelasan dari Sartono Mukadis tersebut menjelaskan bahwa ada kecenderungan orang-orang yang tercerabut dar akarnya, keakraban antar warga yang kurang terjalin dengan baik. Orang butuh mendengarkan dan didengarkan. Kebutuhan ini menjadi penting, dan adanya kekurangan dalam memenuhi kebutuhan ini bisa menyebabkan tidak bahagia jiwanya, dan kecenderungan bunuh diri di kota besar. 3. Narkoba Coba anda perhatikan foto-foto berikut ini. Manakah yang merupakan foto Whitney Houston? Yang pertama? Atau yang kedua? Penyanyi terkenal di dunia Whitney Houston telah memenangkan beberapa Grammy Awards, lagunya paling terkenal adalah I Will Always Love You ketika bermain dalam film The Body Guard. Saat ini Whitney menjalani rehabilitasi Narkoba. Anda benar, kedua foto di bawah ini adalah foto-foto Whitney Houston ketika terserang Narkoba, dan foto sebelumnya tahun 2001. Sungguh sangat disayangkan bahwa pada umur 40 tahun, usia yang tergolong muda, hidupnya hancur hanya karena tidak mampu meninggalkan Ego diri pribadinya.
Tahun 2006
Tahun 2001
Whitney won’t stay off the drugs. It’s every single day. It’s so ugly. Everyone is so scared she is going to overdose.” In a shocking interview, the mother of six told how Whitney spends days locked in her bedroom amid piles of rubbish.
Whitney Houston Checks Into Drug Rehab Facility For The Last Time, Again Going to rehab again for the "last time", Whitney Houston entered a drug rehabilitation facility this week to help her overcome the problem she does not have with drugs. "I don't have a problem with drugs," stated Whitney Houston, visibly under the influence of Marijuana, "The media is making things up again. I never had any problems with drugs. I'm so hungry now. I'm really hungry now. Does anyone have anything to eat?" In January 2000, Whitney Houston was caught with Marijuana in Hawaii's International Airport. In December 2002, she admitted on ABC that she abused drugs in the past, but she was "all better now". "Yes. Whitney does have some issues with drugs." Stated Nancy Seltzer, Whitney Houston's publicist, "But she has a reason. She has horrible life. Imagine being the niece of a famous singer, surrounded by talented people constantly, being given the gift of a wonderful voice and great talent, being extremely beautiful, making millions of dollars, selling millions of records and living in a wonderfully huge house always surrounded by glamorous people. How can you blame her? Of course with problems like that, the only thing she can do is turn to drugs. Normal people just don't understand the pressures of everyday life." Sungguh sulit dibayangkan, penyanyi paling terkenal di dunia hidupnya bisa hancur dalam waktu begitu singkat. Contoh lain adalah Mike Tyson. Berikut ini adalah kisah hidup Mike Tyson, mantan Juara Dunia Tinju kelas berat.
Mike Tyson 1984: Jim Jacobs menjadi manajer setelah D'Amato meninggal. Tyson baru kehilangan kesempatan untuk ikut team Olimpiade United States . 1985: Memulai karir professional dengan meng-KO pada ronde pertama Hector Mercedes. 1986: Pada umur 20 tahun dia menjadi juara dunia tinju kelas beratdengan meng-KO Trevor Berbick pada ronde kedua untuk memenangkan juara WBC. 1987: Mengalahkan James 'Bonecrusher' Smith dan menjadi juara dunia tinju WBA kelas berat. Ketika dia memenangkan juara IBF title melawan Tony Tucker, Tyson menjadi juara dunia kelas berat yang sesungguhnya. 8 February 1988: Menikahi aktris Robin Givens. 1988: Robin Givens dan keluarganya menuntut Tyson karena kekerasan. 1990: Dalam kesedihan luar biasa karena dikalahkan KO oleh James 'Buster' Douglas pada ronde ke-10 di Tokyo dan kehilangan gelar juara dunia kelas berat. 1991: Bertemu Desiree Washington, Kontestan Miss Black America berumur 18 tahun, yang menuduh Tyson memperkosa dia. Tyson terbukti memperkosa dan dipenjara selama 6 tahun. 19 August 1995: Mengalahkan Peter McNeeley dalam 89 detik di Las Vegas setelah McNeeley didiskualifikasi. Mengalahkan Buster Mathis Jnr di Philadelphia dengan KO pada ronde ke-3. 1996: Kalah dari Evander Holyfield – kehilangan gelar WBA and WBC. Meraih kembali gelar WBC dengan 3 rondemelawan Frank Bruno di Las Vegas. Meraih kembali gelar juara WBA dengan mengalahkan Bruce Seldon KO ronde ke-1namun 2 minggu kemudia dia kehilangan gelar WBC karena menghindar melawan Lennox Lewis. 9 November 1996: Kalah dan kehilangan gelar WBA melawan Evander Holyfield pada ronde ke-11. 28 June 1997: Bertanding ulang untuk gelar WBA Tyson didiskualifikasi pada ronde ke-3 karena menggigit telingaEvander Holyfield. Dia didenda $3 juta kehilangan ijin bertanding. 16 January 1999: KO pada ronde pertama melawan petinju South Africa Francois Botha di Las Vegas. 6 February 1999: Tyson dipenjara 1 tahun karena menyerang 2 pengendara motor. Melempar TV dalam penjara dihukum 25 hari dalam penjara solitary. 24 May 1999: Tyson dibebaskan secara bersyarat dari penjara, setelah melewati kurang dari sepertiga dari masa 1 tahun hukuman. BBC News Online
Mike Tyson saat ini umurnya 40 tahun telah sadar bahwa karirnya bertinju telah usai, pernah menjadi Juara dunia tinju paling muda se dunia, Mike Tyson saat ini sedang berusaha minta pengembalian pajak ke Negara yang telah dia bayarkan pada masa jayanya. Namun usaha tersebut adalah mustahil. Banyak sekali contoh-contoh kehidupan orang-orang terutama artis, atlet olah raga dan tokoh lainnya yang mengalami sukses namun semuanya menjadi sia-sia bila mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan jiwanya, kebutuhan untuk meninggalkan ambisinya, meninggalkan ego dirinya sendiri. 4. Hidup kepepet Sering kita merasa, hidup ini penuh tekanan, penuh beban dan solah-olah kita merasa hidup kepepet.. hidup penuh keterpaksaan. . Rasanya seperti taksi, setoran PLN, setoran Citibank, setoran PAM, belum lagi Telkomsel... sepertinya hidup ini penuh dengan beban yang tidak mau istirahat.. Pepatah mengatakan bahwa "seseorang tidak dapat memperoleh keuntungan yang besar bila mau cepat, atau tidak mengerti hidup.." Hidup kita ini sepertinya selalu urgent, selalu mendesak, selalu terpaksa, mau diterusin kok lumpur makin dalam mau balik takut kecebur selokan lumpur... Lalu ada yang bilang... "Hidup jangan kepepet?" Bagaimana? Pernahkah kita memikirkan.. . hidup kita ini seolah-olah selalu digenangi lumpur, dan hidup seolah-olah selalu di pengungsian, dan kita hanya menyalahkan orang-orang kaya yang hidupnya berkelebihan? Ataukah, bisakah kita hidup merdeka, terlepas dari beban? dan hidup bebas berkarya menurut kata hati kita? Pernahkah kita berpikir apa penyebab semua keterpaksaan ini? 1. Kita nonton TV acaranya kalau tidak anak tiri yang diperkosa bapak tirinya, atau mengapa aku tumbuh menjadi banci? Isinya bapaknya gebukin anak laki-lakinya setiap hari, atau suami selingkuh dengan istri muda.... Rasanya hanya 5 menit saja, kita merasa mau muntah... Bagaimana tidak tertekan kalau setiap hari kita dijejalin acara begitu? Kita ini hidup bukan begitu..... Hidup yang sesungguhnya adalah bagaimana merawat mawar, melati, kamboja, atau merawat kucing yang sehat, bukannya gebukin anak kandung kita, apa kita sudah edan? Makanya jangan nonton TV, apalagi setiap 15 menit kita dijejalin dengan iklan handphone baru, sepeda motor baru, rokok baru, aduh..... Bagaimana tidak kepepet? Sebetulnya kita ini memepetkan diri sendiri dengan mau dijejali iklan konsumtif yang perucuma tidak berguna. Coba kita pikir, apa bedanya Suzuki Smash, Honda Supra Fit, Yamaha Jupiter MZ atau Suzuki Scorpio? Apa kita mau terbang kecepatan 250 KM per jam? Semua itu sebenarnya sama saja, hanya ego kita saja yang maunya membeda-bedakan. Hakekatnya sama saja. 2. Kita merasa hidup ini tergantung uang... Padahal sesungguhnya uang itu sama saja, baik itu Rp 10,000,000 atau Rp 10 Milyar atau Rp 100 Milyar, bedanya hanya nolnya saja, tapi rasanya sama saja. Punya uang Rp 10 juta kita mikir aduh gak cukup ke Thailand? Punya uang Rp 100 juta kita mikir aduh gak cukup beli Toyota Fortuner ... "Uang itu satuannya bukan Rupiah atau Milyar tapi satuannya adalah gaya hidup. semakin besar uangnya semakin tinggi gaya hidupnya, jadi hasilnya sama saja." Orang yang punya Rp 10 Milyar akan sibuk berangkat ke Las Vegas, ujung-ujungnya juga habis sebulan, sama dengan kita habiskan Rp 2 juta habis sebulan juga.. Orang miskin tidak pernah merasa problem kalau dia melihat uang dengan pecahan Rp 1000. bayangkan, berapa banyak uang Rp 500,000 kalau dipecah Rp 1000an? banyak banget.,.. Orang kaya satuannya bukan Rp 1000 tapi K. Artinya apa? 1 K itu artinya US$10,000. Jadi kalau uang hanya Rp 2 Milyar itu adalah 20 K. Ngomongnya.. . aku dapat proyek, tapi tidak aku ambil karena dibawah 2 K. artinya dibawah US$ 2 Kilo, atau US$ 20,000 atau Rp 200,000,000. duit segitu juga terasa kecil... hanya 2 K.. akhirnya duit itu sama saja, orang kecil melihatnya Rp 1000an orang besar melihatnya berapa K? 3. Kita merasa bahwa selalu ada yang harus ditaklukkan. Waktu sekolah kita merasa harus mengalahkan teman2 sekelas, menjadi Ranking 10 besar. di kantor apalagi, rasanya office politic menjadi makanan sehari-hari menjadi mantra untuk mengalahkan pihak lawan. Dan kita cenderung untuk mengomentari ketidak adilan. Rasanya kalau lumpur Sidoarjo kita tumpahkan di depan Kantor Menko Kesra kita menjadi puas, kalau perlu lumpurnya kita semprotkan saja.... Dan kita selalu menyalahkan pihak yang Otoriter, pihak yang menindas.. Namun kita tak berdaya.. kita hanya bisa menyalahkan Jusuf Kala dan Amerika saja... Harga minyak kita persalahkan, dan kita tidak mampu mengalahkan mereka.. Dan kita tak berdaya.. Sesungguhnya, Hidup bukanlah untuk dikalahkan, dikuasai, atau dilawan.. Hidup adalah untuk diikuti alurnya... dijemput, dipeluk, bukan dilawan. "Pernah kita dengar kata-kata "Ibu Pertiwi".... hidup itu adalah seperti kita menghadapi Ibu kita sendiri, tidak perlu dilawan, hanya dituruti saja." Kalau alam mengatakan sudah banyak pengangguran, maka jangan kita mengotot mencari memikirkan mengidamkan lowongan kerja. apa tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini selain mencari lowongan kerja? Lihatlah orang-orang sekeliling.. .. Ibu-Ibu menderita, kurang makan, kurang rasa percaya diri, kurang susu, kurang duit, kurang bahagia... banyak Ibu-Ibu antri minyak tanah, antri beras, antri Indomie... Tugas kita adalah membantu mereka, seperti kita anggap Ibu sendiri.. Mereka-mereka itu juga punya anak, dan hanya Tuhan yang tahu apakah kita dilahirkan untuk menjadi apa, apakah anaknya Duta Besar atau anak-anak mereka. Kalau kita merasa sudah sedikit memiliki Keahlian, bukankah tugas kita untuk membantu mereka? Membantu Ibu Pertiwi? "Sudah saatnya kita merubah diri kita, jangan lagi memusatkan pikiran pada diri sendiri, pada uang, pada sex, pada kekuasaan... " "namun pusatkan pikiran pada orang-orang lain..." Pikirkan Ibu Pertiwi menangis setiap siang malam hanya mencari makanan untuk bayinya yang menangis. Anda jangan lagi mengeluh kurang ini kurang itu, toh anda belum pernah makan nasi yang sudah kering, yang sudah basi, yang sudah kecoklatan.. . Satu orang di Republik kita ini terasa kecil, namun ingatlah, bahwa satu per satu kita akan menjadi kuat, kita akan menjadi bibit pembawa perubahan dalam Negara kita. Jangan lagi menyalahkan Korupsi, atau KPK, atau Birokrasi, tapi pikirkanlah Ibu Pertiwi kita sendiri, mereka merasa sedih, dan kita mampu berbuat banyak, karena sesungguhnya masalah hidup rata-rata orang Indonesia tidak lebih dari Rp 3 juta saja per orang. • Gara-gara Rp 3 juta debt collector mengobrak-abrik rumah tangga, • Gara-gara uang Rp 3 juta istri minta cerai, karena tidak ada uang untuk beli susu, beli deterjen... "Tidak masalah besar atau kecil, sesungguhnya bantuan itu menjadi penting pada saat dibutuhkan." "Jangan lagi merasa terbebani oleh hidup hanya karena anda menuruti nafsu diri sendiri, tapi bebaskan diri anda dari beban hidup, yaitu dengan hidup merdeka demi orang-orang lain, dengan empati untuk memikirkan orang-orang lain, membantu masalah masyarakat." Berikut ini pertanyaan dari sahabat saya mengenai pengenalan Jiwa. Ada 2 macam pandangan tentang jiwa. 1. Jiwa yang tidak sempurna Jiwa yang ndak sempurna cenderung ndak utuh, jadi dia membutuhkan sesuatu untuk membuatnya utuh. Dan saat menjadi utuh, efeknya adalah kebahagiaan. Apa kebutuhan itu? ya itu emang jadi pertanyaan besarnya. :-) 2. Jiwa yang sempurna Jiwa yang sempurna, udah utuh sejak awal, dia ndak butuh sesuatu, tidak butuh apapun. Tapi ada sesuatu yang membuat jiwa itu tidak bebas, atau ada sesuatu yang mengikat /menutupi jiwa itu. Kalau sesuatu yang menutupi/mengikat jiwa itu bisa lenyap, maka jiwa pun akan bebas. Dan efek dari kebebasan itu adalah kebahagiaan. Pertanyaan besar dari pandangan ini adalah, apa yang menutupi/mengikat jiwa? Metosz Jawab: Keduanya itu benar, bahwa Jiwa yang tidak sempurna membutuhkan sesuatu. Kebutuhan jiwa itu bila dipenuhi akan membawa kebahagiaan. Jawaban kedua anda juga benar, Jiwa yang sempurna tertutupi oleh selubung. Selubung itu adalah Ego. Dengan demikian bila kita memenuhi kebutuhan Jiwa, salah satunya adalah meninggalkan Ego, maka akan diperoleh Jiwa yang sempurna, Jiwa yang bahagia.
4. Benefit meniti jalan memenuhi kebutuhan jiwa
1. Hidup ini bukan untuk kita Sering saya mendapat email dari teman2 yang beberapa memberi apresiasi, kok bisa saya membantu teman2 dalam memberi inspirasi ... misalnya: "Salam kenal Pak Goen, nama saya Handy saat ini bekerja pada sebuah perusahaan distributor di jakarta terus terang saya salut dengan banyak artikel tulisan yang bapak kirimkan di forum management tidak pernah neko-neko dan selalu membuat orang 'melek' dan mau melihat keadaan dengan gaya bahasa yang sederhana dan lugas sehingga bisa 'nembak' langsung ke orang yang membaca tulisan sepertinya pak Goen, masih punya banyak pengalaman dan informasi yang perlu dibagi-bagi dengan kita sekali lagi salut pak Goen, and keep the good work .." Beberapa teman heran, kok bisa-bisanya saya memiliki keinginan kuat untuk membantu orang lain? Sedangkan mengurusi diri sendiri saja sudah rasanya berat... Sebenarnya saya sendiri dulunya gak begitu... saya 12 tahun bekerja di FMCG di Bisnis Development saya tidak bahagia... terlalu dibebani ambisi. prinsip saya dulu, kalau saya tidak mampu membeli sesuatu, yang salah adalah gaji saya, karena saya merasa memiliki bakat yang besar... Akhirnya setelah saya mendapatkan uang yang banyak sekali saya jadi bingung, setiap hari main ke Plaza Senayan, shopping. kadang saya shopping dengan 5 teman saya, masing-masing dibelikan jam tangan atau hand bag, yang belum pernah mereka beli seumur hidupnya... ternyata semua itu gak ada gunanya. Tidak membuat saya bahagia, Saya baru sadar bahwa kekayaan membuat kita beku... sendirian, karena yang lain masih sibuk bekerja, sedangkan saya shoppong, shopping, shopping... sampai saya rasanya ingin mati saja. pikiran saya... "saya sudah berjuang dalam hidup, sampai memiliki kekayaan yang besar, jadi hidup tidak ada beban lagi, tidak ada tantangan... selanjutnya. .. mati" Dalam proses pikiran untuk mati itu, saya sering tidak bisa bangun, pinggang sakit, kaki sakit asam urat, terlalu banyak indulgence, kenikmatan makanan, kurang keluar keringat, dan kurang beban pikiran... Tetapi ternyata di ujung proses saya ingin mati tersebut, saya mendengar begitu banyak teriakan... Ternyata di dunia ini banyak yang teriak minta tolong... Minta tolong Tuhan... Dan saya merasa Tuhan sangat sibuk sekali mengendar teriakan orang setiap malam, ada orang kaya, ada orang miskin semuanya teriak minta tolong... Tuhan sungguh sibuk, dan saya jadi terhenyak, gak jadi mau mati. Buat apa saya hidup enak, kalau Dunia masih banyak yang menderita? Hidup untuk disyukuri, bukan untuk menderita... Hidup untuk hidup, bukan untuk mau mati saking tidak kuatnya menahan derita. Akhirnya saya baru tahu, bahwa saya selama ini mengabaikan panggilan hidup,. Saya mengabaikan pangilan orang-orang yang teriak minta tolong. Saya baru sadar bahwa hidup bukan untuk kita, namun untuk orang lain.. Dulu saya sungguh sebal kalau ide saya tidak diterapkan perusahaan. memang dari dulu saya kratif,. Sekarang.... Saya bekerja tidak perlu berusaha... Karena pekerjaan saya bukan untuk saya, namun untuk orang-orang lain di sekitar saya.. Besok saya ketemu PresDir Group Besar. Dulu saya sebal, kok tidak di follow up? Sekarang saya dikejar-kejar beliau, beliau ingin mendapatkan bantuan saya... Setelah menyadari selama ini saya memang berbuat baik untuk dia. Dulu kita mengharap proyek, dapat duit... Sekarang mereka yang telepon kita, mencari kita, karena di dunia jarang orang yang layak dipercaya.. Dulu saya sering sebal, teman saya kok maju mundur mau mengenalkan ke PresDir Bimantara... Ehhh, setelah ngobrol 2 bulan, sekarang dia yang telepon saya, menyanyakan follow up setelah pertemuan dengan PresDir Bimantara... . Dan karena kita didukung Presdir bimantara maka langkah kita menjadi mulus... lus... lus... Kita yang disambut oleh semua level manajemen. Kita tidak ada gunanya memaksa orang lain untuk menuruti kita, kecuali kita berbuat untuk mereka.. semua orang memiliki tujuan, dan tugas kita hanya membantu mereka mencapai tujuan mereka... Dan saya kembali ditanya kok mau mensharingkan pengalaman hidup, pemikiran untuk memotivasi orang lain? Saya melakukannya bukan untuk orang lain, namun untuk memberi makan jiwa saya... pada saat anda rutin memberi makan jiwa anda, maka dunia akan datang menghampiri anda... menelepon anda, mengirim sms kepada anda, menyambut anda, karena anda berbuat untuk mereka.... Dan anda akan terus berbuat kebaikan untuk menolong orang lain dan jiwa anda akan merasa semakin damai, dan anda akan semakin banyak mendapat dukungan dari orang lain.... dan anda "merdeka untuk melakukan kerja sesuai dengan kata hati anda tanpa terbebani". Bahwa dunia bukan untuk kita, namun untuk orang-orang lain.,..
2. Jalan mencari rejeki Banyak orang memisahkan jalan duniawi dengan jalan surgawi. Artinya masalah hidup (masalah duniawi) adalah berbeda dengan masalah surgawi, karena masalah surgawi adalah untuk nanti kalau kita sudah mati. Pada suatu kesempatan berdiskusi saya pernah ditanya: Apakah jalan mencari rejeki itu sama dengan pelayanan? Apakah dengan berpikir mengenai kepentingan orang lain itu sama dengan berbuat baik? Jalan mencari rejeki itu ada 2 tahap: 1. Semua orang di dunia butuh uang, namun ini adalah jalan buntu 2. Jalan terbukanya rejeki adalah dengan cara menolong orang lain. Memberikan solusi bagi masalah orang lain. Namun jangan lupa pasal 1. Jadi antara pelayanan atau berbuat baik adalah suatu hal yang berbeda dengan jalan mencari rejeki. Pada waktu kita berbuat baik, kita hanya sepenuhnya tanpa motivasi apapun, kecuali hanya perbuatan baik itu. Namun dalam hidup, kita ini harus mencari rejeki, untuk mengisi hidup. Namun kita memiliki 2 pilihan, yaitu 1. Dengan memikirkan masalah kita, atau tujuan kita, atau 2. Memikirkan masalah orang-orang lain. Nah, cara kedua tersebut adalah lebih membuka pintu rejeki. Mengapa demikian? Karena akar dari rejeki adalah rasa percaya. Nah, akar dari kepercayaan itu adalah kepentingan pihak lain. Pada saat pihak lain itu memiliki kepentingan, maka mereka cenderung percaya. Dengan demikian, jalan mendapatkan rejeki melalui memikirkan kepentingan orang lain memiliki 2 benefit, yaitu: 1. Dengan memikirkan orang lain maka kita akan meraih konsep kepemimpinan, artinya kita akan mampu mengendalikan orang lain. 2. Dengan memikirkan orang lain, maka kita akan mampu memberi makan jiwa kita, sehingga kita akan mendapatkan kecerdasan spiritual. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi memisahkan jalan duniawi dengan jalan surgawi. Karena tujuan Tuhan menciptakan manusia itu adalah bagi manusia untuk berbuat kebaikan. Meniti jalan dengan memenuhi kebutuhan jiwa juga bukanlah memilih untuk berpikir positif. Karena berpikir positif harus memiliki landasan pondasi paradigma berpikir. Tanpa itu, maka berpikir positif akan terasa merugikan, konyol dan belum tentu berhasil. Dengan demikian, kita perlu berpikir, mengapa ada seseorang yang memilih jalan untuk berpikir positif, dan berhasil? Mengapa kok mereka bisa? 3. The Power of Least Effort. Prof. Yohanes Surya pembimbing juara Olimpiade Fisika yang telah memang pada beberapa kali kontes olimpiade memperkenalkan kata Mestakung: Semesta Mendukung. Artinya untuk mencapai suatu prestasi yang luar biasa, dibutuhkan suatu keadaan kondisi kritis, sehingga seolah-olah seluruh semesta akan mendukung, dengan demikian dicapai prestasi yang luar biasa, misalnya dalam memenangkan Olimpiade Fisika. Kalau kita perhatikan, pada setiap orang yang sukses, sebetulnya orang tersebut tidaklah memiliki sesuatu yang sangat luar biasa, atau melakukan sesuatu yang sangat luar biasa, mereka juga orang biasa, yang melakukan hal-hal yang biasa saja. Mengapa mereka bisa sangatlah berhasil? Sangatlah diberkati? Sangatlah berprestasi besar? Mengapa mereka mampu acomplish hal-hal yang besar? Coba kita lihat, apapun itu, semut, kucing, ayam, harimau, atau monyet, mereka bisa mencari makan, mereka bisa menghidupi dirinya di hutan, artinya, Alam memberikan semua kecukupan pada makhluk hidup. Coba kita lihat manusia, ada yang bekerja menjadi manajer, ada yang menjadi pengemis, mengapa lalu timbul ketimpangan? Mengapa yang kaya menjadi lebih kaya, yang miskin sulit menjadi kaya? Itu menjunjukkan adanya suatu Rintangan dalam hidup seseorang, artinya Alam tidak dapat secara utuh menyediakan bagi semua orang. Sedangkan kita lihat setiap hari.. Bunga mawar tumbuh dan mekar harum mewangi, tanpa harus berusaha. Pohon mangga tumbuh besar berbuah mangga manis, harum tanpa berusaha. Rumput hijau dihamparan padang rumput nan luas tumbuh tinggi tanpa berusaha. Artinya, Alam memang membuat segala sesuatu menjadi tumbuh besar tanpa harus berusaha, artinya secara alami memang harusnya begitu. Itulah The Power of Least Effort atau Mestakung (Semesta Mendukung). Kwik Kian Gie menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (jaman Presiden Megawati) memang harusnya begitu, tidak perlu harus melakukan apa-apa, dari dulu yah begitu, sejak 20 tahun yang lalu Atau kalau mau lebih jelasnya, diri saya ini, dari 20 tahun yang lalu yah begini-begini saja, tidak tambah cerdas, tidak tambah IQ, tidak tambah hebat, dari dulu begini-begini saja, waktu saya bekerja gaji pertama Rp 600 ribu, atau gaji terakhir bekerja Rp 15 juta, atau saat ini, diri saya yah sama seperti yang dulu, hanya lingkungannya yang berbeda, Sama dengan teman saya, yang dulunya Accounting Manager Indosiar selama 10 tahun, gaji terakhirnya Rp 10 juta. Mangapa sekarang bisa Rp 300 juta? Apa yang membedakan? Dari dulu dia itu yah begitu-begitu saja, hanya tempatnya lebih progresif, lebih memacu potensinya, sehingga dia bisa meluncur bebas tanpa hambatan, mencapai yang terbaik dari SELURUH POTENSINYA
Bagaimana hal ini bisa terjadi?
1. Prinsip pertama: Setiap Orang akan mengalami masa-masa dimana dia bias mengeruk kekayaan sebesar-besarnya, pada suatu kesempatan, pada saat itulah dia mengalami rejeki yang luar biasa. Coba kita lihat, Ada teman saya yang dari dulunya usahanya susah, tinggal di rumah mertua, punya usaha seret, hanya gara-gara waktu temannya kesulitan keuangan, dan dia membantunya, kebetulan usahanya adalah pengolahan kayu lapis, dan pada waktu itu Seorang Tokoh Bisnis sedang memulai usaha kayu lapis, oleh karena itu diciptakan undang-undang melarang ekspor kayu gelondongan. Maka bermilyar-milyar uang melimpah masuk ke perusahaannya, dan saat itulah maka kekayaan yang berlimpah ruah, cukup untuk hidup selamanya
2. Prinsip kedua: Alam memberikan segala sesuatu kepada setiap manusia yang menjadi dirinya sendiri
Artinya apa? Coba kita lihat, di dalam diri kita ada NURANI. Nurani yang membawa kita hidup, tentunya Nurani tersebut adalah sisi baik kehidupan kita, atau gampangnya SISI POSITIF diri kita. Kalau kita bisa memupuk Nurani kita, maka hidup terasa lebih mudah.
Lalu kemana kita harus mencari Nurani kita? Bayangkan begini, pernahkah anda merasa lega, tenteram, tidak takut bersalah, padahal anda melakukan sesuatu yang kelihatannya berbahaya? pada saat itulah Nurani anda yang bekerja.
Misalnya, pada saat keluarga sedang genting, sedang retak, sedang goyah, dan Anda tiba2 berkata sesuatu yang kelihatannya sangat berbahaya, tetapi akhirnya semua keluarga mendengarkan, dan akibatnya keluarga menjadi utuh kembali. Pada saat itulah NURANI anda yang berkata.
Nurani memberikan energi yang luar biasa pada diri kita, bayangkan keadaan yang membuat anda tenteram, lega, dan rela, dan tidak ada timbul rasa takut bersalah, lalu mengapa anda harus melakukannya penuh hambatan? Tentunya anda hanya melakukannya! Just Do It!
Akibatnya tentu luar biasa. Nurani adalah diri kita yang bebas kepentingan. Nurani adalah diri kita yang sebenarnya Bukan diri kita sebagai Marketing Manager, bukan diri kita sebagai pemilik BMW, bukan diri kita sebagai orang yang memiliki gaji Rp 15 juta. Tetapi hanyalah diri kita yang sesungguhnya
3. Prinsip ketiga: Berilah, maka anda mendapatkannya.
Banyak orang yang masih bingung, menganggap hidup ini tidak Fair. mengapa hak-haknya diinjak-injak? Mengapa orang-orang menekan dia? Mengapa orang-orang tidak mengerti dia? Sebetulnya hidup ini gampang, - Bila anda ingin bahagia, berikan kebahagiaan kepada orang lain maka anda bahagia.
- Bila anda ingin kekayaan, berikan kekayaan kepada orang lain, maka anda akan memperoleh kekayaan, - Bila anda ingin keberhasilan, maka berilah keberhasilan kepada orang lain, maka anda akan mencapai keberhasilan anda - Bila anda ingin mendapatkan segala sesuatu yang anda inginkan, maka berilah orang lain segala sesuatu yang mereka inginkan! Lalu bagaimana kalau kita tidak punya apa-apa? Pemberian yang terbaik adalah pemberian Non Material. Malah pemberian secara diam-diam dalam hati sangat besar dampaknya. Misalnya begini, anda bertemu seseorang, dan anda tidak punya apa-apa, anda bisa memberikan pujian, semangat, sapaan, doa, atau perhatian, atau sekuntum bunga, atau sebuah kartu ucapan berisi harapan anda terhadap dia,
Mengapa kok bisa kita mendapatkan yang kita inginkan dengan cara Memberi?
Karena Alam itu sungguh baik, kalau anda menanam budi baik, maka anda akan menuainya, alam itu sungguh sangat membalas budi baik anda,
Setelah Anda menemukan siapa diri Anda sebenarnya, dan Anda mengerti bahwa Anda bisa mendapatkan apapun yang Anda inginkan dengan cara memberi kepada orang lain,
4. Prinsip keempat: Kemarin adalah masa lalu, berbentuk memory, Besok adalah berupa kemungkinan, yang belum terjadi, Sekarang adalah gift/hadiah untuk Anda.
Banyak teman2 yang suka ngomong aku dulu umur 27 tahun sudah menjadi Senior Manager di perusahaan besar, aku dulu 10 tahun yang lalu sudah begini-begitu, nah itulah tandanya sudah terperangkap oleh masa lalu
Termasuk siapapun juga, seorang presiden sekalipun, dulu 35 tahun yang lalu sudah bisa menumpas pemberontakan besar, dll. Itu dulu.
Oleh karena itu masa lalu dinamakan 'past' dan masa yang akan datang dinamakan 'future' dan masa sekarang adalah 'present' atau hadiah.
Kita harus memahami keadaan sekarang. inilah awal titik perubahan, suatu evolusi, yang akan terus bergerak, masalahnya bergerak kemana?
5. Prinsip kelima: Kembangkan Intention yang menentukan proses arah pergerakan, bukannya Desire, atau tujuuan akhir dari pergerakan Anda dari sekarang ke masa depan
Dari keadaan sekarang apa yang terjadi sekarang, bagaimana situasi yang ada sekarang, kita memikirkan Arah pergerakan diri kita. Misalnya, kita menentukan saya mau bisnis sendiri, untuk meningkatkan kesejahteraan saya dan teman-teman saudara saya. Itulah Arah yang anda tentukan,
Jangan mengerjakan Bisnis supaya Anda bisa membeli BMW atau Suzuki Katana. Itu sudah melanggar The Power of Least Effort. BMW atau Suzuki Katana adalah Tujuan akhir, yang belum tentu anda dapatkan.
Kita suka mengatakan, "wah kalau aku punya mobil BMW aku akan bahagia" percayalah, Anda tidak akan bahagia. Kalau sekarang saja, Anda tidak bisa mensyukuri apa yang anda miliki, bagaimana nanti anda bisa mensyukuri apa yang anda miliki?
Oleh karena itu, janganlah berporos pada Tujuan Akhir, tetapi berporoslah pada Proses mencapai tujuan itu. Kekayaan adalah apa yang anda dapatkan selama dalam perjalanan Anda mencari Kesejahteraan hidup.
6. Prinsip Keenam: Jangan terikat oleh simbol-simbol kekayaan
Sering kita terobsesi oleh uang, kekuasaan, bahkan sex. Itulah perangkap perbudakan manusia. Orang bilang jaman perbudakan sudah hilang, tetapi kita lihat begitu banyak orang yang diperbudak oleh uang. Seumur hidupnya hanya memikirkan uang, mencari uang, hidup untuk uang.
"Kalau aku sudah memiliki uang Rp 2 Milyar, maka hidupku akan bahagia, aku akan pensiun, menikmati hidup, dan mencapai Financial Freedom" percayalah, itu tidak akan terjadi. tidak akan terjadi.
Kekayaan bukan diukur oleh simbol-simbol itu. Kekayaan yang sesungguhnya adalah bagaimana kita bias mendapatkan apa yang kita inginkan, kapanpun itu, dimanapun itu. Itulah kekayaan yang sesungguhnya.
Bayangkan ATM isi ulang, misalnya di bank Anda tersimpan uang Rp 15 juta. Anda pikir wah, banyak sekali, lalu anda gunakan untuk membeli Video Camera, uangnya habis. Misalnya saat uang anda habis, lalu terisi otomatis sebesar Rp 15 juta. Bukankah itu Miracle?
Kekayaan adalah suatu Miracle, keajaiban. Banyak sekali keajaiban-keajaiban yang bisa terjadi apabila Anda sudah berada dalam lingkaran The Power of Least Effort.
Seakan-akan segalanya terasa mudah, serba kebetulan, serba terbantu, seakan-akan semua orang memiliki pikiran yang sama dengan kita. Oleh karena itu jangan dipaksakan bahwa Anda harus punya uang Rp 100 juta, atau berapapun, karena anda telah merusak keadaan Present Moment menjadi tidak harmonis, Anda merusak diri Anda, anda tidak lagi bias menjadi diri sendiri, melainkan sudah menjadi Budak keadaan.
Nikmatilah keadaan Anda sekarang, dan saksikan pergerakan hidup Anda, dan nikmatilah keajaiban-keajaiban hidup yang terjadi pada Anda Dengan demikian dengan mengenal jiwa kita, hati nurani kita, diri kita yang sebenarnya akan membuat hidup kita menjadi lebih mudah, dan kita bias mencapai keadaan Mestakung (Semesta Mendukung) atau The Power of least Effort ini. 4. Rasa bahagia karena mengenal Jiwa Pernahkah kita merasa saat-saat paling damai, saat paling lega, paling sentosa, paling rela, paling bangga, paling bahagia? Saat-saat itulah kita menemukan jiwa kita. Rasanya seperti berada di atas awan. Apa ciri-ciri kita menemukan jiwa kita? 1. Mengutamakan Integritas. Anda tidak akan perlu lagi menggunakan bribery, sogokan atau bahkan iming-iming "what's in it for me?". Anda akan menghadapi orang lain dengan berpegang teguh pada integritas anda. Dan dunia akan membuka kesempatan walaupun Anda terlihat aneh menghindari sogokan, atau mark up dalam bisnis. Namun dunia akan memandang bahwa perusahaan Anda bagus, karena kelebihan uangnya digunakan untuk meningkatkan Kualitas dan Pelayanan. Dalam berbicara, orang lain mendengarkan, karena Anda menggunakan bahasa Jiwa. Dalam berbagai transaksi bisnis Anda memikirkan pihak lain, dan langsung berkomunikasi dari lubuk hati yang terdalam, sehingga langsung mendapatkan kepercayaan. Kepercayaan itu bukan masalah kepintaran atau argumentasi atau keahlian. Kepercayaan berkaitan dengan bahasa hati. Bila Jiwa Anda yang berbicara, maka akan menarik jiwa prospek Anda untuk mendekat. 2. Anda akan mencapai Excellence, istilahnya "The Best a Man Can Get". Karena dorongan Jiwa begitu besar, dan untuk kemuliaan kemanusiaan, maka Anda akan menumpahkan segala semangat membara dalam hati secara murni, tanpa tedeng aling-aling atau mengharap balasan. Dan bagusnya, seluruh dunia akan mendukung Anda, istilahnya memiliki "The Power of Least Effort". Dorongan Jiwa akan meledak-ledak seolah-olah berontak dan langsung memberikan energi dan kecerdasan luar biasa, menjadi sosok yang tangguh menghadapi segala rintangan, dan dengan mudah mencari solusi jalan keluar tanpa sadar. 3. Anda akan "detached" dari keadaan emosi. Walaupun berada di tengah pertengkaran emosional, Anda akan tetap tersenyum mengobservasi lawan bicara dan diri Anda dari "luar". Anda menjadi saksi dari kekuatan Jiwa yang mampu menghadapi keadaan seberat apapun. Anda akan senantiasa mampu berpikir, bagaimana yang terbaik karena yang menjadi pegangan adalah kebenaran absolut. Ini akan memberi dorongan kekuatan yang besar, seolah-olah problem senantiasa dapat dipecahkan dengan alami. Otomatis terbuka pilihan-pilihan yang tadinya tertutup oleh ego. 4. Kepercayaan. Walaupun berbicara apa adanya, tanpa bermanis muka, atau dengan argumentasi yang kelihatan canggih, namun kesederhanaan ucapan Anda justru akan menggugah rasa percaya pihak lain. Apapun yang Anda katakan, pahit atau manis akan dihargai lawan bicara. Mereka akan mengerti bahkan terbuka pikirannya. Tidak ada yang mampu melawan kebenaran absolut, dan itu hanya dimengerti oleh Jiwa. Mereka akan menerima apa adanya tanpa merasa terancam, atau terpojokkan atau dirugikan oleh kata-kata Anda. 5. Autentik. Pikiran dan ucapan akan menjadi spontan. Bahkan bisa dengan leluasa menggunakan kata-kata yang belum pernah Anda ucapkan sebelumnya. Pikiran yang muncul sifatnya original, dan tidak pernah didengar bahkan oleh diri Anda sekalipun. Pada saat Jiwa berbicara, isi kata-kata yang dilontarkan adalah spontan yang tidak pernah terpikirkan. Mereka keluar dengan tulus dari lubuk hati untuk kebaikan pihak lain. 6. Inspirasi. Pikiran akan senantiasa terinspirasi oleh ide-ide yang terekplorasi, dan menjadikan kemungkinan atau pilihan Anda semakin banyak. Anda akan diberi kecerdasan kreasi, menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada. Secara bawah sadar, Anda akan terus menerus mengeksplorasi ide-ide yang fokus. Pikiran akan bersih dari emosi dan keraguan. Anda akan senantiasa mampu memikirkan alternatif untuk orang lain, secara obyektif. 7. Anda berada dalam keadaan damai, tenteram, nyaman dan bahagia, walaupun Anda dalam keadaan sendirian, atau di tempat sepi. Pikiran Anda senantiasa diliputi oleh perhatian pada orang lain, sehingga seolah-olah melihat film kehidupan dengan bintang utama orang lain. Setiap waktu akan tersenyum melihat keadaan sahabat, baik yang bersikap baik maupun jahat. Bahkan Anda akan sering menangisi keadaan orang tertindas, dan Anda akan senantiasa mensyukuri karunia Allah, walaupun dalam keadaan sulit. 8. Peranannya dalam dunia ini sama, dalam keadaan masih hidup atau sudah meninggal. Karena dia hidup dengan cara seolah-olah sudah meninggal, dan pengaruhnya masih ada seakan-akan sosoknya masih hidup, walaupun sudah meninggal. Jika bersikap seolah-olah sudah meninggal, maka Anda akan merasa terpanggil untuk menolong orang lain, mengasihi orang lain, dan bebas kepentingan. Kan udah meninggal! Anda akan merasa bahwa hidup ini hanyalah melaksanakan tugas dari Sang Pencipta untuk memelihara orang di sekitar, dan tidak akan merasa memiliki hal-hal duniawi, namun puas dengan memanfaatkan yang ada di depan Anda. Nilai-nilai yang Anda tanamkan akan terus bergulir, walaupun sudah meninggal.
Buku Piramida Kebutuhan Jiwa yang Bahagia ini menjelaskan bagaimana proses sebuah perjalanan Jiwa berjalan, mulai dari 1. Pengenalan jiwa, dengan memenuhi Kebutuhan Didengar 2. Mendapatkan Jiwa dengan mengalahkan ego yaitu Terbebas dari Ambisi 3. Memberi makan Jiwa dengan Menyembuhkan atau berbuat kebaikan. 4. Mengembangkan Kebijaksanaan dengan Mengerti Kebenaran 5. Mengisi hidup Jiwa kita dengan Mengikuti Kata hati 6. Menguatkan identitas sosok Jiwa kita dengan Mencari Jati diri 7. Mencapai kesempurnaan Jiwa dengan mencapai Kemuliaan.
|
|
| | |
|
|
|
|
|
|
|