|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
sukses dalam 16 bulan
apa yang bisa dilakukan dalam 16 bulan? Halo The Profecers,
saya ingin sharing pengalaman saya di 16 bulan terakhir. Saya mulai menulis bulan Oktober 2005 persis pada saat kenaikan BBM 2x lipat. Sebelumnya profesi saya adalah Franchisor Rekaman Talent Box [search google: Rekaman Talent Box].
mengapa saya kok mulai menulis di Milis? Karena saya baru tahu ternyata orang-orang ribuan pada ngumpul di Milis, kalau tahu dari dulu, maka saya tidak perlu banting otak, peras tulang membesarkan bisnis saya mulai dari nol.
kembali ke tahun 2002 saat saya terakhir bekerja selama 12 tahun di Marketing FMCG, pengalaman saya menurut saya sudah cukup untuk membuat bisnis sendiri, betul? Salah.
Saya memulai bisnis Rekaman Talent Box dengan teramat sangat depresi, sudah dipersiapkan segalanya, customer tidak ada yang datang. Hingga ternyata dengan berjalannya waktu, pada Final AFI 2004 Tia menyanyi bersama SBY. Ada 10 juta penonton acara AFI, sejak itu customer datang antri, dan saya mulai masuk di berbagai majalah & koran.
kembali ke saat saya pertama menulis, saya bermaksud sharing pengalaman saya mencari uang. Istilahnya Menjadi Kaya.
Ada yang bilang, menjadi kaya itu serakah, pelit, sodok sana sodok sini, mengorbankan yang kecil. ternyata saya jelaskan satu persatu, sambutannya positif, mereka merasa seperti menemukan oasis ilmu entrepreneur.
dari tulisan saya yang sekitar 100 judul email, setelah 1 bulan [berarti menulis 3 judul per hari], saya diundang penerbit.
banyak yang bertanya kepada saya, mengapa kok pengalamannya dibagikan kepada semua orang? mengapa rahasianya kok dibuka kepada umum? waktu itu saya tidak memiliki pikiran negatif, saya hanya berusaha untuk menjawab pertanyaan.
bagaimana cara memulai bisnis bagaimana menarik rejeki apakah uang itu bagaimana caranya kita meningkatkan profile rejeki kita?
dengan harapan, semakin banyak orang yang bisa terangkat. pembaca email-email saya dan yang menghadiri seminar saya pertama kali seperti Hendy Kebab Turki Baba Rafi. Saya diundang ke Surabaya oleh 7 orang, mereka mengumpulkan uang cukup untuk ticket, makan, taxi & hotel. Sekarang Hendy Kebab Turki Baba Rafi emmenangkan The Best Young Entrepreneur of the Year Majalah Business Week.
Yang lain Ronny, sekarang mengumpulkan organisasi yang anggotanya 300 calon pedagang berkumpul belajar dagang bersama-sama gotong royong, sampai sekarang Ronny amsih sering sms.
Peserta seminar saya pertama salah satunya Dr. Subowo MBA, PhD. dan Ibu Lisa Nuryanti, dua-duanya Direktur di Combiphar dan mantan Direktur di John Robert Power. saya bingung kok dokter MBA dan S3 Direktur utama datang menghadiri seminar saya?
sampai sekarang sudah berjalan 16 bulan, pertama kali buku saya terbit 11 bulan lalu saya keliling semua cara sudah saya coba sambil terus menulis, saya sudah menerbitkan 5 buah buku.
ada yang tanya, mengapa idenya kok dibagikan?
apa tidak habis?
Ternyata banyak orang tidak menyadari, bahwa menulis buku itu bukan seperti mengarang. Namun lebih seperti menyanyi atau melukis. Setelah selesai menyanyi, selalu ada perasaan ingin lebih sempurna, dan menerima input banyak orang, sehingga lain kali menyanyi dengan sepenuh jiwa.
ide itu bukan datang dari lampu aladin.
ide datang dari pertanyaan orang-orang.
apakah kepemimpinan itu?
saya mengatakan hidup ini bukan untuk kita, kita hanya menjalankan tujuan Tuhan menciptakan kita, yaitu menolong sesama.
apa betul?
harus betul, sebab pembaca buku saya membacanya keras-keras berulang- ulang,
apa betul?
pertanyaan berjalan terus,
ada yang bertanya, kalau kita ingin sukses dengan cara menolong orang lain, itu tidak ikhlas?
saya pelajari, apakah itu ikhlas,
bagaimana ikhlas secara Islam,
jawabannya tetap sama,
Bahwa kita harus meninggalkan ego.
Meninggalkan ego akan menemukan kehidupan kekal, surga itu sekarang, kalau kita menunggu nanti saat menunggu ajal, bisa kemungkinan besar kita tidak akan sampai kesana.
terus saya berpikir, siapa yang membaca buku-buku saya itu?
adakah gunanya?
ternyata, semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu mendapat sambutan positif. Minggu lalu teman saya [menulis bareng, teman sekolah saya 22 tahun lalu] diundang lunch Pak Agung Adhiprasetyo CEO Kompas.
Kalau tidak menulis buku, mungkin kita harus menunggu 15 tahun lagi, saat Pak Agung pensiun baru bisa kenalan,
Saya bisa masuk Radio, masuk majalah, menjadi cover story Majalah Swa
http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php? cid=1&id=5630&pageNum=2
Tanggal 23 Maret nanti diundang Dialog dengan 100 Staf Pengajar dan Manajemen Univ. Sahid Jakarta, tanggal 23 April memberikan kuliah umum kepada 300 mahasiswa FE Univ. Gunadharma di Depok.
Saya terus menulis, terakhir saya menulis Rakyat Indonesia hidup dari selisih harga, masuk ke Superkoran http://www.apakabar.ws/ secara rutin, dan mendapat respon dari teman sahabat,
muhammad asrofi
Saya membaca banyak postingan Anda di beberapa milis yang isinya bagus-bagus. Lebih khusus lagi untuk postingan berjudul "Rakyat Indonesia hidup dari selisih harga", saya benar-benar acung jempol. judulnya menggelitik dan isinya menyengat. luar biasa.
selamat melanjutkan karya Anda. salam, asrofi
Dan saya terus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul,
mengapa?
Karena saya tiap hari menangis melihat penderitaan rakyat. Kalau saya bisa sedikit mengurangi kebuntuan, dengan saya menulis, itu sungguh karunia Tuhan, sungguh karunia Tuhan.
salam, Goenardjoadi Goenawan
|
|
| | |
|
|
|
|
|
|
|